Banjarmasin – Suasana di Pasang Dalam Kopitiam yang berlokasi di Jalan Pangeran Hidayatullah terasa sedikit berbeda pada Rabu (16/9/2026). Di antara aroma kopi dan hangatnya suasana kafe, tujuh mahasiswa dari Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) program studi D4 Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah tampak asyik berdiskusi. Bukan sekadar nongkrong biasa, mereka rupanya sedang menggelar audiensi inspiratif bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kalimantan Selatan.
Kehadiran para mahasiswa ini disambut dengan tangan terbuka oleh Bapak Muhammad Rahmani M.Pd., selaku Manager Fundraising dan Kerja Sama Lazismu Kalsel, yang siang itu turut didampingi oleh stafnya, Mas Akmal Fadilah.
Pertemuan yang dikemas santai ini punya misi yang cukup serius: mengupas tuntas praktik nyata di lapangan terkait tata kelola dan pengawasan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Usut punya usut, agenda ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas kuliah yang mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya jago teori di atas kertas, tapi juga melek realita di lapangan.
Memilih kopitiam sebagai lokasi audiensi ternyata menjadi langkah yang tepat. Obrolan yang sejatinya berbobot—seputar akuntansi syariah, transparansi penyaluran dana umat, hingga strategi fundraising yang amanah—mengalir begitu ringan dan hangat.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Muhammad Rahmani banyak membagikan insight dan pengalaman dari dapur Lazismu. Beliau menjabarkan bagaimana dana titipan umat dikelola secara profesional, diawasi dengan ketat, dan pastinya selalu berlandaskan pada prinsip-prinsip syariat Islam. Kehadiran Mas Akmal Fadilah juga turut melengkapi diskusi dengan membagikan dinamika teknis di lapangan yang sering kali tak tertulis di buku teks kuliah.
Metode belajar “jemput bola” yang dilakukan oleh ketujuh mahasiswa Poliban ini patut diacungi jempol. Kolaborasi ilmu antara dunia akademis dan praktisi di lapangan seperti ini adalah jembatan kebaikan yang sangat dibutuhkan saat ini.
Tidak hanya sukses menuntaskan tugas akademik, para mahasiswa ini pulang membawa bekal ilmu yang mahal tentang bagaimana dana ZIS memiliki potensi luar biasa dalam menggerakkan dan memberdayakan ekonomi umat.
Alhamdulillah, dari sebuah obrolan santai di meja kopitiam, semangat syiar Islam terus bergema. Semoga langkah kecil ini menjadi jalan bagi lahirnya akuntan-akuntan syariah masa depan yang profesional, berintegritas tinggi, dan senantiasa amanah dalam menjaga kepercayaan umat. Insyaallah!

